Nasihat Jilbab dari Karbala
Oleh: Zara Syed Seusai tragedi Karbala, Imam Zainal Abidin a.s. sering ditanya tentang pengalaman apa yang paling sulit dan menyakitkan. Orang mungkin mengira bahwa setelah menyaksikan sendiri lebih dari 70 keluarga dan sahabat dibunuh, kedua tangan pamannya Abbas ditebas, kepala ayahnya dipenggal, dan leher saudaranya yang berusia enam bulan ditembus anak panah bercabang tiga, putra Imam Husain ini akan mengatakan bahwa perlakukan barbar musuh Islam adalah yang paling menyakitkan. Namun, kita tahu bahwa imam selalu menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban, “Syam… Syam… Syam…” Setiap Muharam, kita menangis dan meratapi tragedi Karbala untuk menjaga kisah Imam Husain tetap hidup, untuk mempelajari prinsip-prinsip keadilan dan pengorbanan, untuk menjadi mukmin yang lebih baik, dan tidak menjadi orang zalim. Namun kita melihat dari satu Muharam ke Muharam berikutnya, hijab kita sebagai muslimah tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Suatu saat, orang mungkin mengira itukah mereka ya...